Saturday, December 21, 2013

Membedakan Kelinci ( Laki-laki dan perempuan )

Selamat siang para pecinta kelinci
Ada yg tau cara membedakan kelinci jantan dan betina silahkan disimak ya

Bagi yang belum tau kelinci itu biasanya susah untuk menentukan atau membedakan jenis kelamin kelinci yang masih anak-anak atau muda/remaja apakah jantan atau betina. Berbeda dengan kelinci dewasa berumur 4 bulan ke atas, dimana kelinci jantan akan mulai memiliki kantong kemih/pelir (testis) yang terlihat di sisi kanan dan kiri kelamin (walau barangkali masih harus dicek langsung di bawah bagian bulu2 yang terkadang tebal). Dan di saat berumur 6 bulan ke atas, maka sudah tak perlu susah-susah lagi melihatnya karena kantong kemih jantan akan dengan mudah terlihat menggantung tanpa perlu mengangkat kelinci, sedangkan hal tersebut tak terlihat pada kelinci betina dewasa.
Untuk membedakan jenis kelamin yang jantan dan betina untuk kelinci anak-anak dan remaja, maka ikuti tips di bawah ini.
  • Angkat kelinci dengan membalikkan badannya sehingga bagian perut di bagian atas (terlihat mata), dengan bagian kepala kelinci mengarah ke arah badan kita sementara bagian ekor menjauh.
  • Satu tangan menopang kelinci di bagian dada, sementara satu tangan yang lain menopang bagian punggung dekat bokong (pinggul).
  • Sandarkan punggung kelinci ke badan kita.
  • Gunakan ibu jari tangan yang digunakan menopang bagian pinggul kelinci untuk menekan ujung pinggiran kelamin kelinci yang paling dekat badannya (ujung yang paling dekat ke arah kita).
  • Perhatian : jangan sampai salah membedakan alat kelamin dan lubang anus kelinci yang letaknya bersebelahan. Alat kelamin kelinci lebih dekat ke bagian perut, sementara anus lebih dekat ke ekor
  • Tekan bagian dekat ujung kelamin tersebut sehingga ada bagian kelamin yang menyembul keluar.
  • Jika bagian yang menyembul keluar berupa lingkaran utuh dan sejajar ketinggiannya maka artinya jenis kelamin kelincinya adalah jantan.
  • Jika yang menyembul keluar bukanlah lingkaran utuh yang sama tinggi (bagian ujung yang dekat ke perutnya lebih tinggi dibandingkan dengan bagian ujung kelamin yang mendekati anus), maka kelinci tersebut berjenis kelamin betina.
  • Jika anda bingung apakah sama tinggi atau tidak yang menyembul keluar, maka bisa anda lihat dari samping, sejajar dengan mata anda untuk memastikan.
  • Jika masih bingung dan tak yakin, maka ambil beberapa ekor kelinci untuk membandingkan, maka akan anda lihat secara stabil 2 pola berbeda yang menyembul di bagian kelamin setelah ditekan, dimana yang satu menyembul tinggi ke atas dengan ketinggian hampir sejajar berupa lingkaran (jantan); sedangkan yang pola yang lain hanya separuhnya yang meninggi atau menyembul keluar, tidak langsung kentara menyembul tinggi utuh berupa lingkaran utuh sejajar yakni betina.

Friday, August 16, 2013

Tips Keren

Selamat Siang lama idak ngepos lagi

Kelinci adalah salah satu hewan peliharaan yang cukup aktif dan cocok dijadikan teman bermain untuk anak. Namun sebelum memelihara kelinci, simak dulu bagaimana cara sederhana untuk merawatnya seperti yang dilansir dari Reader's Digest Asia berikut ini.

Memberi makan

Beri makan pada kelinci dua kali sehari dengan menggunakan wadah yang berat agar tidak terguling saat kelinci makan. Siapkan pula tempat minum untuk kelinci.
Jangan lupa memberi makan sayur pada kelinci. Misalnya wortel atau buah-buahan dalam jumlah kecil.
Jangan memberi makan kelinci dengan tunas kentang, rumput layu, bunga liar, atau tanaman lain yang disemprot dengan pestisida.

Rumah kelinci

Kandang kelinci lebih baik diberi jerami dan dibersihkan setiap hari. Terutama bagian untuk tidur yang terlihat basah dan kotor. Sisa makanan dan wadah juga harus dibersihkan sebelum memberi makan lagi pada kelinci.
Ada baiknya kandang dipisahkan antara tempat tidur, makan, dan toilet. Kemudian tingginya juga harus cukup agar telinga tidak sampai menabrak atap. Siapkan pula tempat bersembunyi untuk kelinci agar mereka merasa aman jika ketakutan.

Memegang kelinci

Angkat kelinci dengan satu tangan di bawah bagian abdomen. Kemudian gunakan tangan yang lain untuk menopang pantatnya.
Pegang dan angkat ke dada Anda agar telinga dan kepala kelinci dapat bersandar. Bergeraklah dengan pelan dan tidak membuatnya kaget. Jangan pernah mengangkat kelinci pada bagian telinga karena itu menyakitkan.

Aturan lain

Bawa kelinci Anda ke dokter hewan untuk diperiksa secara rutin.
Kelinci akan lebih bahagia jika berpasangan, jadi sebaiknya jangan memelihara satu ekor saja.
Sekali-kali keluarkan kelinci dari kandang agar mereka bisa berlarian dengan bebas.

Cara melihara anak klinci baru lahir

1. Penyediaan kandang yang lebih luas perlu dilakukan. Semakin banyak jumlah keluarga kelinci maka tempat yang dibutuhkan semakin besar dan luas pula. Jangan sampai induk kelinci menginjak-injak anak mereka karena kandang yang terlalu sempit.

2. Tempatkan kandang pada tempat yang tenang dan jauh dari suara yang berisik terutama suara o
rang-orang. Suara yang terlalu berisik berkakibat buruk buat anak kelinci yang baru lahir karena bisa menyebabkan stress.

3. Tempatkan kandang/anak kelinci ditempat yang aman dan terjauh dari jangkauan predator yang siap memangsa anak kelinci. Misalnya saja tikus, anjing dan kucing. Jauhkan juga anak kelinci dari anak-anak karena biasanya anak-anak gak bisa diam kalau melihat anak kelinci yang imut-imut dan bawaannya mereka selalu ingin memegangnya terus.

4. Lantai atau dasar kandang harus diberik serbuk kayu agar menjadi nyaman. Lapisi juga dengan handuk yang lembut agar terasa hangat. Serbuk kayu juga berpotensi melukai kulit anak kelinci, makanya dilapisi dengan kain.

5. Bila cuaca disekitar anak kelinci terlalu panas, sebaiknya ditempatkan ditempat yang lebih sejuk (tapi jangan dikulkas). Sedangkan kalau temperaturnya terlalu dingin pasang saja bola lampu kecil untuk membuatnya hangat.

6. Jauhkan tempat makanan dan minuman kelinci dewasa agar tidak mengotori kandang kelinci yang terdapat anak kelinci didalamnya. Kandang yang kotor akan membuat anak kelinci yang baru lahir merasa tidak nyaman.

7. Pastikan si induk bayi mau menyusui anak-anaknya dan tidak menelantarkan bayi-bayi mereka. Jika si induk menelantarkan anak kelinci yang baru lahir, maka sebaiknya induk dipisahkan dengan anak kelinci tersebut karena bisa jadi induk kelinci sudah tidak peduli dengan anak kelinci dan bisa saja ia menginjak-injak anak kelinci. Selain itu jangan langsung mengambil kesimpulan kalau induk si bayi tidak lagi mau menyusui anak kelinci yang baru lahir. Karena sebenarnya induk kelinci memang hanya menyusui anak-anak kelincinya sekali dalam sehari dan itupun hanya 5 menit saja. Perhatikanlah dengan baik perilaku si induk.

8. Anak kelinci yang baru lahir dan ditelantarkan induknya bisa diberi susu formula khusus untuk anak kucing/kitten yang bisa anda dapatkan dengan membelinya di petshop. Tapi jangan pernah memberinya susu formula untuk manusia. Untuk meminumkannya kepada si bayi, bisa menggunakan pipet tetes yang tersedia di toko obat atau apotik. Takarannya juga tidak boleh asal, berikan 1 sendok teh pada pagi dan sore hari. Seiring pertumbuhan si kelinci volume susu bisa ditambahkan.

Tuesday, August 13, 2013

Cara Mengkawinkan Kelinci

1. Pastikan kelinci anda sudah dewasa dan berumur siap kawin. Walaupun ada yang bisa dikawinkan pada    umur 5,5 dan 6 bulan, usia yang aman mengawinkan kelinci adalah umur 7 bulan ke atas.

2.
Pastikan juga bahwa kelinci yang hendak anda kawinkan tidak sedarah atau bersaudara. Perkawinan sedarah bisa mengakibatkan hal-hal tak diinginkan seperti cacat pada anak kelincinya kelak.

3. Kelinci dikawinkan saat suhu udara rendah. Suhu udara yang relatif tinggi mengakibatkan kematian sel sperma kelinci jantan sehingga kelinci anda gagal hamil. Oleh karena itu kelinci biasanya dikawinkan pada pagi hari menjelang jam 8 pagi, atau di malam hari.

4. Kelinci jantan dan betina tidaklah dikurung atau ditempatkan dalam satu kandang terus menerus (begitu juga untuk semua kelincidi atas 3 bulan dimana dalam 1 kandang seharusnya diisi 1 ekor kelinci saja). Pada saat mengawinkan kelinci, bawalah kelinci betina masuk ke dalam kandang kelinci jantan. Jika kelinci jantan yang dibawa ke kandang betina, maka kelinci betina akan marah, mengamuk, dan bisa menyerang sang jantan. Walaupun terkadang perkawinan bisa terjadi, tapi resiko kegagalan dan tingkat stres pada kelinci menjadi lebih besar Setelah kelinci betina dimasukkan ke dalam kandang jantan, biarkan untuk beberapa saat sampai perkawinan berhasil terjadi.

5.  Setelah kelinci betina dimasukkan ke dalam kandang jantan, biarkan untuk beberapa saat sampai perkawinan berhasil terjadi. Penetrasi kelinci jantan yang berhasil ditandai dengan gerakan badannya yang agresif di atas punggung kelinci betina yang mengangkatkan bagian ekornya sedikit, kemudian sang jantan mengeluarkan hentakan yang bersuara sebelum jatuh terkulai ke samping.

6. Pisahkan kedua kelinci tersebut minimal 15 menit untuk beristirahat sampai paling lama 8 jam kemudian jika anda berniat mengawinkan ulang untuk meningkatkan resiko keberhasilan perkawinan.

7. Perhatikanlah keadaan ketika di awal-awal anda memasukkan kelinci betina ke dalam kandang jantan. Kelinci betina yang susah dikendalikan jantan walaupun sudah beberapa menit di dalam kandang, dimana tetap tak mau kawin dan selalu menunduk di sudut kandang sambil menempatkan ekor ke bawah, atau barangkali mengeluarkan suara yang menjerit-jerit menunjukkan kelinci betina tersebut sedang tidak mau kawin. Kembalikan kelinci betina tersebut ke kandangnya semula, dan coba lagi minimal 3 hari mendatang. 

8. Adakalanya kelinci betina tak mau kawin karena tak suka dengan sang jantan. Coba ganti dengan kelinci jantan lain.
Atau kelinci betina tidak mau kawin karena tak kenal dengan sang jantan. Biarkan jantan dan betina dalam kandang yang berbeda tapi bersebelahan sehingga mereka bisa saling melihat selama 3 sampai 7 hari yang mana dianggap waktu yang cukup untuk “berkenalan”. Dengan trik ini beberapa kelinci betina yang pada awalnya menolak jantan akan mau dikawinkan.
Adakalanya sang betina malah agresif ketika kawin dengan berbalik naik ke punggung kelinci jantan. Ini menandakan berahi kelinci betina tersebut sedang tinggi. Biarkan saja mereka ‘bergumul’ satu sama lain. Walaupun terlihat seolah-olah sedang bertengkar dan gigit-gigitan jika tak ada suara jeritan yang mengganggu artinya aman-aman saja, dan malah bagus karena keduanya sangat ingin kawin. Walaupun proses perkawinan bisa menjadi lebih lama karena terlalu agresif dan ingin mendominasinya sang betina, perhatikan saja terus sampai yakin perkawinan/penetrasi telah berhasil.
Mengawinkankelinci atau menggabungkan kelinci betina dan jantan cukup beberapa menit hingga setengah jam terutamajika penetrasi jantan terlihat sukses. Atau anda bisa membiarkannya bersama dalam kandang hingga 1 atau 2 jam paling lama. Lebih dari itu tidak disarankan karena bisa menimbulkan stres pada kelinci betina yang bisa berujung kematian (tentunya tergantung jenis dan kondisi fisik/kesehatan kelinci).
Setelah perkawinan jantan dan betina dilakukan jangan mencoba mengawinkan kembali kelinci betina anda di atas 8 jam setelah perkawinan tersebut terjadi, sampai sebulan lamanya. Jika anda tetap nekad mengawinkan kelinci anda padahal sebenarnya sudah hamil, pembuahan tambahan yang berlangsung di saat embrio kelinci sedang terbentuk di rahim mengakibatkan terjadi ketidakseimbangan hormon yang bisa mengakibatkan keguguran kehamilan pertama sehingga kelinci anda gagal beranak, bahkan bisa mengakibatkan kematian pada induk betina.
Kelinci yang sedang hamil tidak terlalu jelas terlihat tanda-tandanya (nyaris sama saja dengan kelinci biasa bagi kebanyakan orang). Hanya orang-orang yang sudah lama dan ahli mengurus kelinci, yang bisa menggunakan teknik perabaan untuk memastikan janin kelinci sudah terbentuk yang bisa memastikannya. (Catatan : teknik perabaan tidak boleh dan tidak disarankan dilakukan oleh yang awam karena bisa mengakibatkan keguguran).
Kelinci yang hamil, terutama menjelang usia sebulan kehamilannya akan lebih sensitif dan agresif dari biasanya, terutama lebih sering menggaruk-garuk kandangnya (atau menggali lubang jika berada di atas tanah). Nafsu makannya bisa menjadi berlipat-lipat, dan ada juga yang malah susah makan. Yang jelas, pastikan makanan kelinci anda yang diduga hamil tersedia cukup dengan memberinya porsi makanan dua hingga tiga kali lipat porsi makanan biasa. Makanan yang terbatas ketika hamil bisa mengakibatkan induk kelinci stres, sehingga pada saat beranak ia bisa memakan anaknya sendiri atau tidak mau menyusukan anaknya. Perhatikan juga air minum agar selalu tersedia setiap saat.
Suatu ketika, terutama menjelang beberapa jam sebelum ia melahirkan, kelinci akan mencabuti bulunya dan mengumpulkan jerami-jerami yang ada di sekitar kemudian semakin intensif lagi menggaruk-garuk kandangnya sebagai persiapan untuk beranak. (Jika kelinci anda baru pertama kali beranak, ada kemungkinan ia tak akan mencabuti bulunya). Oleh karena itu persiapkan kotak beranak dengan ukuran yang cukup di dalam kandang pada usia ke-28 atau ke-29 kehamilan kelinci agar kelinci bisa mengumpulkan bulu-bulu dan jerami nya ke dalam kotak, dan bisa beranak disana.
Adakalanya kelinci anda mengalami bunting/hamil semu, ia merasa dirinya hamil dan menunjukkan ciri-ciri hamil seperti di atas padahal kenyataannya ia tak sebenar-benar hamil.
Pastikan kenyamanan induk betina terjamin di saat-saat menjelang kelahirannya, jangan terlalu banyak mengusiknya, terutama mengangkat, karena ia akan berontak yang mengakibatkannya menjadi stres sehingga anak yang terlahir ada kemungkinan akan diabaikan atau malah dimakan.
Induk kelinci yang dirawat dengan baik selama kehamilan, terutama dicukupi nutrisi makanan dan minuman, akan bisa melahirkan dengan lancar, dan merawat serta menyayangi anak-anaknya. Nutrisi makanan yang tak tercukupi semasa melahirkan bisa mengakibatkan kasus kanibalisme (induk memakan anak yang baru lahir) ataupun induk enggan menyusukan anaknya. Kelinci hamil bisa butuh makanan dua kali lipat porsi makan biasa.
Jika kelinci anda melahirkan di luar tempat kotak yang sudah disediakan, jangan panik. Biarkan dulubeberapa saatsampai induk betina tenang , lalu anda bisa memindahkan bayi kelinci yang baru lahir tersebut ke dalam kotak dengan memakai suatu alas di tangan (kain bersih, bukan kain bekas dipakai; atau bisa juga beberapa lapis tisu bersih; sebaiknya diusap-usapkan terlebih dahulu ke bulu induk kelinci sebelum mengangkat anak-anak yang baru lahir). Mengangkat langsung dengan tangan anda berisiko mengakibatkan induk kelinci tak mau menyusui bayinya karena mencium bau-bau yang asing pada anaknya (adakalanya tak masalah jika induk kelinci sudah sangat akrab dan mengenal betul bau tubuh anda).
Sediakan air minum yang cukup ketika kelinci beranak, terutama saat-saat ketika ia baru saja melahirkan agar terhindar dari dehidrasi.
Indukan kelinci akan terlihat acuh tak acuh, dan menjauh dari anak-anaknya. Jangan khawatir, karena ini adalah sifat alami kelinci untuk menghindari pemangsa di alam dalam menemukan dan memakan anak-anaknya. Kelinci cukup menyusui anaknya sekali atau dua kali sehari, yang biasanya dilakukan di saat suasana sepi terutama di dini hari. Jika bayi kelinci anda tetap hidup hingga tiga hari, dan badannya bulat, terlihat cerah atau segar, tidak kusut, dan tenang tidak bergerak-gerak atau teriak-teriak memanggil induknyaartinya induknya sudah menyusuinya dengan baik.
Belum ada yang bisa menggantikan susu induk kelinci yang khas dan kaya protein tersebut, sehingga jangan sekali-kali mencoba mengganti nya dengan susu formula apa pun, termasuk susu untuk anjing dan kucing. Ada baiknya terdapat dua ekor atau lebih kelinci yang beranak serentak dalam waktu tak tak terlalu lama (2-3 hari) sehingga jika ada masalah pada induk kelinci yang baru melahirkan, anaknya bisa dititipkan menyusu pada induk kelinci lain (catatan : tak bisa dilakukan jika ukuran anak-anak dari dua induk kelinci sangat berbeda karena hari kelahiran yang sangat jauh)
Perhatikan makanan induk kelinci yang sedang menyusui karena ia butuh nutrisi yang banyak agar mampu menyusui anaknya.
Sediakan juga rumput-rumputan yang memadai sebagai sumber serat dan kalsium untuk ibu kelinci yang menyusui.


 








cara-cara untuk merawat kelinci dengan baik

cara-cara untuk merawat kelinci dengan baik. Diantaranya :


1. Kandang kelinci harus aman dari berbagai cuaca seperti panas, dingin,

    lembab,dan angin.

2. Lantai kandang kelinci harus selalu dalam keadaan kering dan nyaman bagi

    kelinci.

3. Jangan memasukkan terlalu banyak kelinci dalam kandang yang sempit.

4. Jangan memberikan makanan yang baru keluar dari kulkas.

5. Jangan memberi sayur segar kepada kelinci, sebaiknya diberikan dalam

    keadaan layu. Ini ditujukan untuk menghindari kelinci kejang-kejang dan

    mencret

6. Sebaiknya biarkan kelinci kita dilepas di halaman sambil diberi makan dan

    dimasukkan kandang lagi pada sore hari.

7. Untuk kelinci muda, sebaiknya jangan terlalu sering digendong karena bisamembuat kelinci itu stress.